Kejujuran Versus Kemaksiatan

Kejujuran Versus Kemaksiatan
Bismillahirrahmaanirrahiim. Pada postingan pertama Blog Timphan, akan bercerita sedikit dengan para sahabat semua. Tidak ada salahnya kita mendengarkan/membaca cerita apalagi cerita yang membuat kita lebih semangat untuk menjalani kehidupan di bumi ini. Banyak cerita tentang keteladan nabi muhammad saw yang kita ketahui, tapi untuk kali ini saya akan membuat postingan cerita tentang kejujuran yang merupakan anjuran dalam agama. Bagaimana jika kejujuran menjadi salah satu syarat untuk dapat memeluk agama islam?.

Sahabat Blog Timphan mungkin sudah pernah membaca atau mendengar cerita ini, namun saya juga harus menceritakannya kepada anda yang belum pernah membaca cerita keteladanan rasulullah ini. 

Suatu ketika, ada seorang yang ingin masuk agama Islam. Namun dia menyatakan bahwa dia tak bisa meninggalkan semua maksiat yang telah menjadi darah dagingnya. Jadi, dia meminta ijin kepada Muhammad Rasulullah untuk masuk Islam namun tetap diperbolehkan melakukan maksiat. Kalo bahasa gaulnya : “Rasul, saya pengen masuk islam nih, tapi kalo boleh dilonggarin dikit yak aturannya. Ane masi demen maksiat nih.” Beuh, ni orang geblek banget ya.

Rasulullah tersenyum dan mempersilahkan orang tersebut melakukan semua maksiat yang dia inginkan, hanya dengan satu syarat : dilarang berbohong.
Orang itu berkata, “Beuh.. gampang bener syaratnya ya Rasul. Oke dah, Deal kalo begituh.”
Sejak saat itu, setiap hari Rasullulah selalu bertanya kepada orang tersebut apa saja yang dia lakukan setiap hari. Dan orang itu merasa malu banget setiap kali harus menjawab bahwa dia habis melakukan maksiat. Apalagi pas ditanya di depan mimbar atau kumpulan orang-orang banyak. Mukanya mau ditaruh kemana..
Akhirnya orang itu berpikir seribu keliling tiap melakukan maksiat, karena pasti esoknya akan ditanya oleh Rasul, dan ia tidak boleh berbohong. Cape deh…

Tapi lihat dampaknya, lama-kelamaan, orang tersebut meninggalkan maksiat karena daripada malu tiap ditanya Rasul, dan mulai beribadah dengan giat.

Semoga artikel Kejujuran Versus Kemaksiatan yang baru saja anda baca, bermanfaat untuk anda, saya dan kita semua. terima kasih telah berkunjung dan meluangkan waktu anda di Blog Timphan




0 komentar:

Posting Komentar